Bobol ATM dan Kartu Kredit Hingga Ratusan Juta, Pria Ini Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tulungagung

TULUNGAGUNG - Berakhir sudah aksi TA (31) dalam mengeruk uang milik bosnya sendiri.

Wanita Pengedar Sabu Ditulungagung Ditangkap Polsek Bandung

TULUNGAGUNG - Seorang perempuan berinisial NH (36) yang beralamat di dusun. BesukI desa. Besuki kecamatan Bandung kabupaten Tulungagung harus.

Humas Polda Jatim Raih 2 Kategori Penghargaan dari Div Humas Polri

ULUNGAGUNG - Humas Polda Jatim raih dua penghargaan dari Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas) Polri, atas partisipasinya secara aktif dalam

Sambut HUT Bhayangkara 75, Polres Tulungagung Gelar Vaksinasi Covid-19

Tulungagung- Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-75, Polres Tulungagung menggelar vaksinasi covid-19 massal.

Tingkatkan Iman dan Taqwa, Anggota Polres Tulungagung Sinau Kitab Kuning

TULUNGAGUNG - Salah satu upaya Polres Tulungagung dalam meningkatkan iman dan taqwa terhadap personil Polri dan Pegawai Negeri Sipil Polri yakni dengan menggelar pembinaan rohani dan mental (binrohtal) yang digelar secara rutin di Masjid Al Hafidz

Kamis, 28 Agustus 2025

Respon Cepat Polres Ngawi Berhasil Amankan Sejumlah Remaja Konvoi Lempar Petasan

 

NGAWI – Polres Ngawi Polda Jatim bergerak cepat menindaklanjuti viralnya sebuah video yang memperlihatkan rombongan remaja melakukan konvoi sepeda motor sambil menyalakan petasan ke arah warga di Jalan Yosudarso, Kelurahan Margomulyo, Kabupaten Ngawi.


Kejadian tersebut diketahui berlangsung pada Senin (31/3/2025) dini hari dan sempat menjadi sorotan publik setelah beredar di media sosial serta diberitakan oleh televisi nasional.


Mendapatkan laporan masyarakat, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi langsung melakukan penyelidikan. 


Kurang dari 1x24 jam, Polisi berhasil mengidentifikasi sekaligus mengamankan para remaja yang terlibat dalam video tersebut.


Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk aksi yang meresahkan masyarakat.


“Perbuatan tersebut sangat membahayakan keselamatan warga dan mengganggu ketertiban umum. Polres Ngawi tidak tinggal diam terhadap segala bentuk aksi yang meresahkan masyarakat," tutur AKBP Charles P. Tampubolon, Rabu (27/8/2025).


Selanjutnya Polisi memberikan pembinaan pelaku, menghadirkan orang tua masing-masing, dan mereka membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, serta dilakukan tilang terhadap empat motor yang terlibat.


Lebih lanjut, Kapolres Ngawi menjelaskan bahwa para remaja tersebut beberapa masih berstatus pelajar. 


Oleh karena itu, pendekatan pembinaan menjadi prioritas agar mereka dapat menyadari kesalahannya.


“Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama, khususnya bagi para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Polres Ngawi berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Share:

Polres Lamongan Ungkap Kasus Arisan Bodong Pelaku Diamankan Saat Hendak Kabur ke Malaysia

 

LAMONGAN - Polres Lamongan Polda Jawa Timur dalam hal ini Satuan Reserse Kriminal berhasil mengamankan tersangka kasus penipuan dan penggelapan yang dikemas dengan Arisan Bodong.


ENZ (27) warga Desa Sugihan, Kecamatan Solokuro Lamongan ditangkap oleh petugas setelah sempat mangkir 2 kali panggilan Polisi.


Tersangka ditangkap di Bandara Internasional Juanda saat akan melarikan diri ke Malaysia.


Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto mengatakan modus operandi tersangka adalah membuat story di Whatsapp untuk mencari member dengan menawarkan keuntungan  sebesar  40% - 100% dalam jangka waktu bervariasi.


"Setelah terdaftar, uang dari member baru digunakan tersangka untuk membayar ke member lama berikut keuntungannya," kata AKBP Agus saat konferensi Pers di Ruang Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, Rabu (27/08).


Dari hasil ungkap ini Polisi juga menyita barang bukti uang sejumlah Rp. 508.800.000,- yang disimpan di sebuah KSP.


Barang bukti lainnya berupa surat pembelian tanah senilai Rp85 juta, satu unit motor, satu unit sepeda anak, dua buah paspor atas nama tersangka dan anaknya, lima cincin emas lengkap dengan suratnya dan sejumlah tas branded (Gucci, Dior, En-Ji, Jimshoney).


Selain itu Polisi juga menyita barang bukti berupa buku rekap arisan, rekening koran, hingga sebuah piala bertuliskan Owner Arisan Ter Luv Luv Ter Amanah Sejagat Indonesia Raya dan satu unit handphone.


"Hasil penyelidikan tersangka telah menipu 144 orang dengan total kerugian mencapai Rp. 20.000.000.000,- (Dua puluh milyar rupiah)," jelas AKBP Agus.


Atas perbuatannya tersebut, ENZ kini dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.


Kapolres Lamongan menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap tawaran arisan yang tidak jelas dan tidak memiliki legalitas.


“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur, serta memastikan terlebih dahulu legalitas dan kejelasan penyelenggara arisan sebelum ikut serta,” tegasnya.


Kapolres Lamongan juga menekankan bahwa apabila masyarakat menemukan indikasi penipuan berkedok arisan, agar segera melapor ke kantor Polisi terdekat sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.


“Kami mengajak seluruh warga Lamongan untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, jangan mudah percaya dengan ajakan investasi atau arisan tanpa dasar hukum yang jelas. Lindungi diri dan keluarga dari potensi penipuan,” tutupnya. (*)

Share:

Peduli Kaum Rentan Polrestabes Surabaya Amankan Tersangka KDRT yang Sempat Viral di Medsos

  


SURABAYA – Polrestabes Surabaya Polda Jatim akhirnya menetapkan AAS (40), sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, IGF (32). 


Kasus ini sempat viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan aksi penganiayaan di rumah pasangan tersebut di Jalan Lebak Agung, Surabaya.


Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto menyampaikan bahwa peristiwa KDRT ini terjadi berulang sejak Desember 2023 hingga Januari 2025.


“Pelaku sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka, oleh karena itu yang bersangkutan kami ditahan," ujar AKBP Edy, Rabu (27/8).


Kasatreskrim Polrestabes Surabaya juga mengatakan, atas kasus tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga.


"Ancaman hukuman yang menanti adalah penjara paling lama lima tahun atau denda maksimal Rp15 juta," ujarnya.


Dari hasil penyelidikan, Polisi menemukan bahwa aksi kekerasan dilakukan tersangka sebanyak beberapa kali dengan pola yang sama, yaitu berawal dari percekcokan kecil lalu berujung pada pemukulan.


Peristiwa pertama terjadi pada 15 Desember 2023 sekitar pukul 23.00 WIB. 


Saat itu, korban sedang menidurkan anak mereka. Karena anak tak kunjung tidur, korban menegur dengan nada sedikit kesal. 


Namun, tersangka marah dan langsung memukul korban dengan bantal, menjambak rambut, serta memukul tangan korban.


Kekerasan kembali terjadi pada 9 Maret 2024, saat korban tengah hamil tujuh bulan. 


Tanpa alasan jelas, tersangka marah lalu menampar pipi korban dua kali, memukul wajah hingga berdarah, dan mencekik leher korban.


Kasus terakhir terjadi pada 28 Januari 2025, saat korban memergoki tersangka menyembunyikan sesuatu di telepon genggamnya. 


Pertengkaran pun pecah, hingga tersangka menendang dan memukul pundak korban di hadapan anak-anak mereka.


Motif kekerasan ini terbilang sepele, yakni persoalan rumah tangga seperti perbedaan cara mengasuh anak hingga masalah komunikasi. 


Namun, perselisihan kecil itu berubah menjadi tindak kekerasan yang meninggalkan luka fisik maupun psikis bagi korban.


Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah flashdisk berisi rekaman video kekerasan, pakaian korban, serta dokumen pendukung lainnya.


Sementara itu, korban IGF masih dalam proses pemeriksaan psikologis oleh tenaga medis untuk memastikan kondisi mental dan trauma yang dialaminya akibat kekerasan tersebut. (*)

Share:

Gerakan Pangan Murah, Polda Jatim Gandeng Bulog Salurkan 2 Ton Beras Rp 11 ribu

 


SURABAYA  - Tim Satgas Pangan gabungan di Jawa Timur kembali mengkroscek ketersediaan stok hingga harga sembako. 


Kali ini, Ditreskrimsus Polda Jatim bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Dinas Pertanian Jatim, serta Perum Bulog Kanwil Jatim, melakukan pengecekan harga dan stok kebutuhan bahan pokok penting (Bapokting) di sejumlah pasar.


Pengecekan dilakukan pada Selasa (26/8/2025) di beberapa titik, di antaranya Pasar tradisional Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo, hingga toko modern Papaya dan Indogrosir Surabaya.


Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jatim, AKBP Lintar Mahardhono menjelaskan, hasil pengecekan menunjukkan harga beras di pasaran masih relatif tinggi. 


Oleh karena itu, Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jatim bersama Bulog bergerak cepat menggelar operasi pasar melalui penyaluran beras SPHP.


"Sore ini kita melakukan Gerakan Pangan Murah di Pasar DTC Wonokromo bersama Bulog dan dinas terkait lainnya," ungkapnya.


AKBP Lintar Mahardhono mengungkapkan dari hasil pengecekan, harga beras di pasar tradisional maupun modern memang masih tinggi. 


"Karena itu, hari ini kita melaksanakan penjualan beras SPHP dengan harga murah,"ujar AKBP Lintar Mahardhono, Rabu (27/8/2025). 


Pada kegiatan kali ini, sebanyak 2 ton beras SPHP disalurkan kepada masyarakat. 


Program tersebut akan digelar rutin setiap hari selama minimal dua minggu ke depan.


"Targetnya adalah menjaga stabilisasi harga sekaligus memastikan ketersediaan stok beras di masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur," ujarnya. 


Selain pengecekan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang difokuskan pada penjualan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat.


Pantauan di lapangan, warga tampak antusias memadati Pasar DTC Wonokromo. 


Mereka rela antre panjang demi mendapatkan beras murah yang dijual Polda Jatim bersama Bulog. 


Beras jenis SPHP dilepas dengan harga Rp 11.000 per kilogram atau Rp 55.000 per kemasan isi 5 kilogram, jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran yang saat ini masih berkisar Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram.


Trisilowati. (59), warga Wonokromo, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. 


Menurutnya, selisih harga cukup signifikan dibandingkan harga di pasaran. 


"Alhamdulillah saya sangat mendukung sekali karena bisa meringankan belanja rumah tangga,"ungkapnya.


Ibu rumah tangga itu mengaku, bahan pokok serba mahal sekarang, apalagi beras. 


"Adanya program seperti ini terasa sekali bagi rakyat kecil, kalau bisa pemerintah sering-sering buat kegiatan seperti ini," ujar Trisilowati.


Wanita pensiunan PNS ini menambahkan, selisih harga yang mencapai Rp20 ribu per sak sangat membantu kebutuhan sehari-hari. 


"Kalau di toko-toko kan sampai Rp 17 ribu per kilo, di sini cuma Rp 11 ribu. Selisihnya lumayan, bisa untuk kebutuhan yang lain, apalagi kalau anak banyak kan sehari bisa habis satu kilo," imbuhnya.


Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Bulog Jatim Sugeng Hardono mengapresiasi atas sinergi dengan Polda Jatim karena mendapat mendukung stabilisasi harga pangan. 


"Kami dari Bulog Kanwil Jatim berterima kasih atas dukungan penuh dari Polri, khususnya Polda Jatim. Program ini memberi kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas," ujarnya.


Sugeng menambahkan, hingga 25 Agustus 2025 Bulog bersama Polda Jatim telah menyalurkan 4.500 ton beras SPHP melalui GPM di berbagai wilayah Jawa Timur. 


Adapun target penyaluran hingga akhir Desember 2025 mencapai 173 ribu ton.


"Kami optimistis target ini bisa tercapai. Selain GPM, kami juga memperluas jaringan penjualan beras SPHP melalui kios-kios di pasar agar masyarakat lebih mudah mendapatkannya,"kata Sugeng.


Ia juga mengatakan semakin banyak saluran distribusi, akan semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat.


Sebagai bentuk pengawasan dan pelayanan, Satgas Pangan Polda Jatim juga membuka Posko Satgas Pangan di Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim lantai 2. 


Masyarakat dapat langsung melapor atau menghubungi Hotline 081959719597 apabila menemukan indikasi kecurangan atau permasalahan terkait distribusi dan harga pangan. 


Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu menekan laju kenaikan harga beras di pasaran sekaligus menjamin keterjangkauan serta ketersediaan pangan bagi masyarakat Jatim. (*)

Share:

Polri Ungkap Sindikat Judi Online Jaringan Internasional, Sita Rp16,4 Miliar dan Bekukan 76 Rekening

  


Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat judi online berskala nasional dan internasional yang beroperasi melalui tiga website besar, yakni Slot Bola 88, Raja Spin 88, dan Inibet 77. Dalam operasi ini, penyidik menangkap tiga tersangka, menyita uang tunai senilai Rp16,4 miliar, serta memblokir 76 rekening dengan nilai transaksi mencapai Rp63,7 miliar.


Pengungkapan ini disampaikan dalam Konferensi Pers Dittipidsiber Bareskrim Polri di Gedung Awaloedin Djamin, Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Hadir sebagai narasumber Dir Tipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK Danang Tri Hartono, Asisten Deputi Koordinasi Pelindungan Data Kemenkopolkam Syaiful Garyadi, dan Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo Sofyan Kurniawan.


Dir Tipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, menjelaskan pengungkapan ini merupakan hasil kolaborasi dengan PPATK, Kemenko Polhukam, dan Kemenkominfo sebagai bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan perjudian online.


“Kami menindaklanjuti laporan hasil analisis PPATK dan berhasil membongkar jaringan judi online pada website Slot Bola 88, Raja Spin 88, dan Inibet 77. Dalam proses penyidikan, kami menyita uang senilai Rp16,4 miliar dari 36 rekening dan memblokir 76 rekening lainnya dengan nilai Rp63,7 miliar,” jelas Brigjen Himawan.


Menurut Himawan, sejak Mei hingga 26 Agustus 2025, Polri berhasil menangani 235 kasus judi online dengan 259 tersangka. Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya merupakan pemain, sementara sisanya berperan sebagai penyelenggara, admin, operator, hingga endorser.


Penyidik menangkap tiga tersangka berinisial MR, BI, dan AF pada 19 Agustus 2025 di sebuah apartemen di Jakarta Utara. Mereka berperan sebagai pengendali transaksi deposit dan penarikan pada tiga website judi online tersebut.


Dari penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk:


- Uang tunai Rp87,8 juta

- Pecahan uang Rp300 juta

- USD 30.000 (setara Rp488 juta)

- 350.000 Peso Filipina (setara Rp99,7 juta)

- 3 laptop, 9 handphone, 1 modem WiFi

- 9 kartu ATM dan 4 buku rekening bank


Selain itu, penyidik menetapkan satu DPO berinisial AL yang berperan merekrut dan melatih para admin situs judi online.


Deputi PPATK, Danang Tri Hartono, memaparkan bahwa praktik judi online erat kaitannya dengan transaksi keuangan ilegal. Hasil analisis PPATK menunjukkan banyak rekening yang digunakan berasal dari praktik jual beli dan pinjam rekening.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyerahkan, meminjamkan, atau menjual rekening bank kepada pihak lain. Berdasarkan analisis kami, nilai deposit judi online pada 2024 mencapai Rp51 triliun, sementara pada semester I 2025 turun menjadi Rp17 triliun. Ini menandakan efek nyata kolaborasi kita,” ungkap Danang.


Sementara itu, Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo Sofyan Kurniawan menjelaskan bahwa praktik judi online di ruang digital sangat masif. Kominfo mencatat telah memblokir 2.503.353 konten judi online sejak Oktober 2024 hingga Agustus 2025.


“Sejak 2017 hingga kini, lebih dari 6,9 juta konten judi online berhasil ditangani. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya tantangan kita,” kata Sofyan.


Dari sisi kebijakan, Syaiful Garyadi dari Kemenko Polhukam menegaskan bahwa pemerintah menaruh perhatian penuh terhadap pemberantasan judi online. Presiden Prabowo telah memerintahkan pembentukan Desk Pemberantasan Judi Online yang melibatkan seluruh stakeholder.


“Pemerintah menegaskan bahwa judi online adalah musuh bersama. Keberhasilan pengungkapan ini adalah bukti keseriusan pemerintah dan Polri dalam menindak praktik ilegal yang merusak moral bangsa dan mengancam stabilitas negara,” tegas Syaiful.


Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan:


- UU ITE Nomor 1 Tahun 2024

- UU Tindak Pidana Transfer Dana

- UU Tindak Pidana Pencucian Uang

- Pasal 303 KUHP


Mereka terancam pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.

Share:

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan Gelar Bakti Sosial Serta Bakti Kesehatan di Bogor

 

Bogor — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meninjau progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Nirwana Hills, Serpong, pada Rabu (27/8/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial dan bakti kesehatan yang diselenggarakan oleh Dokkes Polri bekerja sama dengan SDM Polda Jabar, Polres Bogor, serta Pemerintah Kabupaten Bogor.


Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan Hari Juang Polri ke-80 yang jatuh pada 21 Agustus 2025 lalu. Selain memberikan layanan kesehatan gratis dan paket bantuan sosial kepada masyarakat, Wakapolri juga melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan SMA unggulan yang menjadi bagian dari ekosistem Garuda.


Dalam keterangannya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara ditujukan untuk mencetak generasi muda unggul dan berdaya saing tinggi.


“Syukur alhamdulillah, hari ini kita bersama Dokkes Polri, SDM Polda Jabar, Polres, dan Pemkab Bogor dapat melaksanakan kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan, sekaligus meninjau progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara,” ujar Komjen Pol. Dedi.


Wakapolri menegaskan, sekolah ini nantinya akan menjadi pusat pendidikan berbasis kepemimpinan dan karakter bagi anak-anak Indonesia dari berbagai daerah.


“Insya Allah, sekolah unggulan ini dapat beroperasi tahun depan dan membawa manfaat besar bagi generasi muda Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Saat ini, sudah ada 120 siswa-siswi unggulan yang sedang dididik di Global Leadership School Yogyakarta,” imbuhnya.


Kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan yang digelar kali ini juga menjadi bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya di wilayah Gunung Sindur dan Kabupaten Bogor.


“Melalui bakti sosial dan bakti kesehatan ini, Polri ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” tutur Komjen Pol. Dedi.


Ia pun memberikan apresiasi kepada Yayasan Kader Bangsa, komunitas filantropi, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara.


“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Semoga kehadiran SMA unggulan ini dapat menjadi bagian dari komitmen kita bersama dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia,” pungkasnya.

Share:

Rabu, 27 Agustus 2025

Wakapolri Sapa Warga Gunung Sindur dalam Bakti Sosial Sekolah Kemala Taruna Bhayangkara

  


Bogor — Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo secara langsung menyapa dan berinteraksi dengan warga dalam gelaran Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) Polri di Desa Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (27/8/2025). Kedekatan dan kepedulian beliau menjadi sorotan dalam kegiatan yang menyasar 3.500 warga tersebut. Lokasi baksos tersebut merupakan sekolah yang diproyeksikan Polri sebagai sekolah Unggulan Kemala Taruna Bhayangkara 


Dengan penuh semangat, Wakapolri menyambut warga yang antusias untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis dan paket bantuan sosial. Beliau berjabat tangan, bercakap-cakap, dan bercengkerama serta harapan masyarakat setempat, menunjukkan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat.


Dalam kegiatan ini, Polri membagikan ribuan paket bantuan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Bakti Kesehatan digelar dengan menghadirkan berbagai layanan medis terpadu, di antaranya:


1. Pemeriksaan kesehatan umum


2. Pemeriksaan katarak


3. Pemberian kacamata gratis


4. Pemeriksaan gigi dan spesialis


5. Pemeriksaan laboratorium


6. Pemberian vitamin dan obat-obatan ringan


Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari warga sekitar yang memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis dan bantuan sosial yang diberikan Polri.


Dalam keterangannya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.


“Syukur alhamdulillah, pada hari ini Polri bersama Pemkab Bogor, Polda Jabar, dan Polres Bogor dapat melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan untuk masyarakat Gunung Sindur. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polri dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan Hari Juang Polri ke-80,” ujar Komjen Pol. Dedi.


Wakapolri juga menambahkan bahwa Polri akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga pada sektor kesehatan dan sosial.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan Polri hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga,” tambahnya.


Kegiatan ini turut didukung oleh Yayasan Kader Bangsa dan sejumlah komunitas filantropi. Wakapolri menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan berbagai pihak dalam menyukseskan program ini.


“Kami berterima kasih kepada Yayasan Kader Bangsa, komunitas filantropi, dan semua pihak yang telah mendukung. Sinergi ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong untuk masyarakat,” pungkas Komjen Pol. Dedi.


Dengan adanya bakti sosial dan bakti kesehatan ini, diharapkan ribuan warga Desa Gunung Sindur dan sekitarnya dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran Polri dalam membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat.

Share:

Polri Untuk Masyarakat: Polres Probolinggo Gelar Baksos dan Bakti Religi Sambut Hari Jadi Polwan ke -77

 

PROBOLINGGO,- Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-77 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia yang jatuh pada 1 September 2025, jajaran Polwan Polres Probolinggo, Polda Jatim, menggelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Religi di sejumlah tempat ibadah. 


Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (27/8/2025) ini dipimpin oleh AKP Rini Ifo Nila Krisna, Polwan senior yang juga menjabat Kapolsek Bantaran, bersama 18 anggota Polwan lainnya. 


“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai Polwan terhadap lingkungan dan masyarakat, terutama dalam menyambut Hari Jadi ke-77 Polwan,” kata AKP Nila. 


Bakti religi diawali dengan memberikan peralatan kebersihan dan paket sembako kepada pengurus Masjid Agung Ar-Raudloh yang berada disekitar Alun-Alun Kota Kraksaan. 


Usai dari masjid, rombongan Polwan melanjutkan kegiatan ke Gereja Kristen Jawi Wetan di Kraksaan. 


Disini, para Srikandi Bhayangkara Polres Probolinggo Polda Jatim itu juga menyerahkan bantuan berupa peralatan kebersihan dan paket sembako kepada pengurus gereja. 


“Kami para Polwan bagian dari Polri untuk masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga harus bisa merangkul serta membina hubungan harmonis dengan warga,” tutur AKP Nila. 


Selanjutnya, rombongan Polwan menuju ke Taman Makam Pahlawan guna memberikan paket sembako kepada petugas kebersihan di lokasi tersebut. 


Disaat bersamaan, seorang ojek online wanita lewat didepan lokasi sehingga oleh para Polwan diberhentikan untuk diberikan paket sembako. 


"Terima kasih ibu-ibu Polwan. Semoga semakin sukses dan jaya selalu," ujar ojol wanita tersebut. 


Kegiatan bakti religi dan bakti sosial ini dinilai sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkuat citra Polwan dan Polri yang humanis serta dekat dengan masyarakat. 


Tidak hanya digelar menjelang peringatan Hari Jadi ke-77 Polwan RI, aksi sosial ini juga akan terus berlanjut sebagai wujud kontribusi Polwan Polres Probolinggo bagi masyarakat. (*)

Share:

Aksi Simpatik Polisi Wanita Polresta Banyuwangi di Hari Jadi Polwan ke -77 Gatur Lalin Sambil Berbagi Coklat

 

BANYUWANGI _ Seluruh anggota Polisi Wanita (Polwan) Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur menggelar kegiatan simpatik dengan membagikan cokelat kepada para pengguna jalan di Simpang Empat Patung Kuda, Banyuwangi, Selasa (26/8).


Kegiatan yang dipimpin oleh Polwan senior Polresta Banyuwangi, Ipda Irvin Venda itup dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Polwan.


Mereka tidak hanya mengatur lalu lintas (gatur lalin) pagi hari yang padat, tetapi juga menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.  


Ipda Irvin Venda mengatakan,  kegiatan ini merupakan wujud nyata Polwan dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.


"Kami ingin menunjukkan bahwa Polwan tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Pembagian cokelat dan bendera  adalah cara kami untuk berbagi kebahagiaan di hari jadi Polwan," katanya.


Sementara itu Kapolresta Banyuwangi KombesPol Rama Samtama Putra mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para Polwan.


Kegiatan itu menunjukkan sisi humanis dari Polri, khususnya Polwan Polresta Banyuwangi,Polda Jatim.


”Kami berharap melalui kegiatan ini, hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat," ujarnya.


Selain membagikan cokelat dan bendera, para Polwan juga menyampaikan imbauan terkait keselamatan berlalu lintas.


Mereka mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan diri serta orang lain. 


Masyarakat yang melintas terlihat antusias dan mengapresiasi kegiatan ini.


Budi Santoso, salah seorang pengendara ojek online mengaku senang dengan inisiatif para Polwan.


"Wah, bagus sekali ini. Biasanya diatur saja, sekarang dikasih cokelat dan bendera. Jadi semangat berangkat kerja. Polwannya juga ramah-ramah," ungkapnya sambil tersenyum.


Senada dengan Budi, Siti Fatimah, seorang ibu rumah tangga, juga menyampaikan hal serupa.


"Kegiatan seperti ini bikin kita merasa dekat dengan polisi. Jadi nggak takut lagi kalau ketemu Polwan di jalan," ungkapnya. (*)

Share:

Dukung Ketahanan Pangan Nasional: Polresta Malang Kota dan Gapoktan Panen 2,5 Ton Jagung

 

KOTA MALANG – Komitmen Polresta Malang Kota Polda Jatim gandeng petani lokal perkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan dengan panen 2,5 Ton Jagung kering di Dua lahan pertanian pada hari Senin (25/08) yang lalu.


Sebelumnya Polresta Malang Kota Polda Jatim melalui jajaran Polsek Kedungkandang bersama 45 anggota Gapoktan Tani Rejo melakukan penanaman jagung di 2 lokasi.


Lokasi pertama di lahan seluas 4.800 meter persegi. Dari lahan ini dihasilkan panen jagung sebanyak 1,3 ton.


Sementara jagung yang ditanam di lahan seluas 4000 meter persegi di Jl Mayjend Sungkono (depan GOR Ken Arok Arjowinangun) menghasilkan 1,2 ton.


Kapolresta Malang Kota Kombes Pol, Nanang Haryono SH, SIK, MSi sebagai penanggung jawab Ketahanan Pangan dari unsur Polri mengatakan, bahwa panen di Dua Lokasi ini salah satu wujud dari komitmen kepolisian dalam mendukung program pemerintah.


“Ini wujud komitmen kami untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus memastikan hasil panen dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan warga,”ujar Kombes Nanang, Rabu (26/8).


Kapolresta Malang Kota menjelaskan bibit jagung yang digunakan adalah jenis Syng’enta dan Afanta, hasil kerja sama Polresta Malang Kota Polda Jatim dengan Dispangtan Kota Malang.


"Bibit tersebut ditanam pada 21 Mei 2025 dan menghasilkan panen melimpah, hasil panen selanjutnya akan didistribusikan ke PT Sangpenabur di Kabupaten Malang dan PT Sang Penabur Jl Atletik Tasikmadu Lowokwaru," jelas Kombes Nanang.


Polresta Malang Kota Polda Jatim juga menegaskan akan terus mengawal proses pendistribusian hasil panen agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi.


“Mulai penanaman awal, perawatan, pemupukan hingga panen, kami dibantu dan memberdayakan kelompok tani yang rumahnya dekat dengan lokasi lahan penanaman jagung.”pungkas Kombes Pol Nanang.


Seperti diberitakan sebelumnya, dalam hal dukungan ketahanan pangan, Polresta Malang Kota Polda Jatim menjadi motor penggerak program swasembada pangan dan sudah menggandeng Kelompok Tani maupun Lingkungan Pondok Pesantren. (*)

Share:

Kapolda Jatim Gelar Coffe Morning di Polres Pasuruan, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Tokoh Masyarakat

 

PASURUAN – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., memimpin kegiatan Coffe Morning bersama Kapolres Pasuruan, PJU, Kapolsek jajaran, serta Forkopimda Kabupaten Pasuruan di Ruang Tribrata Polres Pasuruan, Selasa (26/8/2025).


Acara yang berlangsung sejak pukul 07.45 hingga 09.40 WIB itu bertujuan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Dalam arahannya, Kapolda Jatim menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif demi keberlanjutan pembangunan dan investasi di Jawa Timur.


“Kegiatan ini sengaja dibuat natural dan tanpa protokoler yang rumit untuk melihat kinerja Polres Pasuruan secara realistis. Saya yakin masyarakat Pasuruan mampu menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif,” ujarnya.


Kapolda Jatim juga menyoroti program prioritas nasional, salah satunya Sekolah Pemberian Pangan Gizi (SPPG) untuk makan bergizi gratis. 


Menurutnya, program tersebut merupakan tabungan jangka panjang untuk mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.


Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyampaikan terimakasih atas kunjungan Kapolda Jatim. 


Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi motivasi besar bagi jajarannya.


“Kami berkomitmen menjaga sinergi dengan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Pasuruan,” tegas AKBP Dani.


Ia mengungkapkan arahan Kapolda Jatim menjadi energi baru dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. 


"Kami siap menjalankan strategi yang telah digariskan demi keamanan sekaligus kesejahteraan masyarakat Pasuruan,” tambahnya.


Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Pasuruan H. M. Rusdi Sutedjo, Ketua DPRD H. Samsul Hidayat, Dandim 0819 Letkol Inf.Bogah Pramiko, Kepala Kejaksaan Negeri Teguh Ananto, Ketua Pengadilan Bangil Benny Sudarsono, tokoh agama, serta jajaran pejabat utama Polres dan Kapolsek.


Rangkaian acara dimulai dengan penyambutan Kapolda Jatim, peninjauan Mako Polres Pasuruan menggunakan golf car, foto bersama, hingga ramah tamah. (*)

Share:

Polri Minta Seluruh Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

 

Jakarta. Mabes Polri meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput suatu peristiwa.


Imbauan tersebut untuk menanggapi terjadinya kekerasan terhadap jurnalis saat bertugas oleh oknum personel kepolisian dalam beberapa hari terakhir.


“Meminta kepada seluruh jajaran melindungi kerja profesi wartawan dan jurnalis yang objektif dan profesional serta bekerja sama dalam setiap aktivitas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).


Karopenmas mengatakan media merupakan mitra strategis dan salah satu sumber utama informasi dan literasi bagi masyarakat.


“(Media) berperan besar dalam memberikan informasi kinerja Polri secara profesional serta program-program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), pelayanan masyarakat serta program strategis lainnya,” terangnya.


Maka dari itu, ia mengimbau seluruh jajaran kepolisian untuk melindungi tugas wartawan.

Share:

Peresmian Wisata Juang Korps Brimob Polri, Sarana Edukasi Sejarah Perjuangan Polri

 

Bogor — Polri secara resmi meresmikan Wisata Juang Museum Korps Brimob Polri yang bertempat di Kompleks Museum Korbrimob, Cikeas, Kab. Bogor, pada Selasa (26/8/2025). Peresmian ini dilakukan oleh Komjen Pol Drs. Imam Widodo dengan tujuan melestarikan sejarah, memperkaya wawasan generasi muda, serta menjadikan museum ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas.


Dalam keterangannya, Brigjen Pol. Dr. H. Agustri Heriyanyo, S.I.K., S.H., M.H., selaku Ketua Pelaksana Peresmian, menyampaikan bahwa pembangunan Wisata Juang merupakan langkah strategis Polri untuk menjaga dan mengenalkan perjalanan sejarah kepolisian sejak awal berdirinya.


“Polri terbentuk pada tanggal 20 Agustus 1945, lima hari setelah proklamasi kemerdekaan, ketika Polisi Istimewa bergabung menjadi Korps Polisi. Keberadaan Polri sejak awal merupakan salah satu syarat berdirinya suatu negara. Melalui museum ini, kita ingin menghadirkan perjalanan sejarah itu agar bisa menjadi pembelajaran berharga bagi generasi penerus,” jelas Brigjen Agustri.


Wisata Juang Museum Korbrimob ini tidak hanya menampilkan catatan sejarah, tetapi juga memamerkan berbagai artefak bersejarah dari seluruh Indonesia, termasuk koleksi senjata, dokumen, dan memorabilia penting lainnya. Menurut Brigjen Agustri, keberadaan museum ini bukan untuk menunjukkan kekuatan semata, melainkan memberikan gambaran tentang perjuangan, dedikasi, dan peran Brimob dalam menjaga keamanan serta mempertahankan kemerdekaan.


“Di dalam sejarah Brimob, terdapat 31 Dankorbrimob dengan segala kebijaksanaan dan perjuangannya. Salah satunya adalah Komjen Pol Drs. Imam Widodo, yang menjadi penerima kehormatan pada dua masa berbeda, yaitu tahun 1961 dan 2024. Semua perjalanan ini adalah bagian dari bukti peran penting Brimob dalam menjaga kedaulatan bangsa,” tambahnya.


Hingga saat ini, kekuatan Brimob telah berkembang pesat dengan 38 Satbrimob Polda dan total personel mencapai 56.500 anggota. Peresmian museum ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkenalkan kiprah Brimob kepada masyarakat.


Wisata Juang ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Selain menampilkan sejarah perjuangan Polri dan Brimob, pengunjung juga dapat melihat peresmian Patung Muhammad Yassin di Surabaya sebagai simbol penghargaan terhadap para pahlawan Brimob.


“Sejarah Brimob kini tidak lagi disajikan dengan kesan menakutkan, melainkan lebih terbuka. Wartawan dan masyarakat bahkan bisa berkontribusi menambahkan informasi apabila memiliki data tentang sejarah Brimob. Kami ingin museum ini menjadi ruang bersama untuk menjaga, merawat, dan melanjutkan warisan sejarah bangsa,” pungkas Brigjen Agustri.


Dengan diresmikannya Wisata Juang Museum Korbrimob Polri, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal peran Brimob dan Polri dalam perjalanan panjang mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keamanan negara.

Share:

Selasa, 26 Agustus 2025

Respon Cepat Pengaduan Masyarakat Polisi Bongkar Arena Sabung Ayam di Sidoarjo

 

SIDOARJO - Menindaklanjuti laporan masyarakat, Polresta Sidoarjo Polda Jatim melalui Polsek Sukodono bergerak cepat mendatangi lokasi yang ditengarai adanya perjudian sabung ayam di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.


Kapolsek Sukodono AKP Saadun, mengatakan, informasi adanya kegiatan sabung ayam diterima melalui layanan pengaduan masyarakat (dumas).


“Begitu anggota kami tiba, arena sabung ayam sudah bubar. Namun, petugas tetap melakukan penertiban dengan membakar sarana atau alat yang digunakan agar tidak bisa dipakai lagi,” jelas Kapolsek Sukodono AKP Saadun, Selasa (26/8/25).


Di lokasi, Polisi juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian, serta segera melapor ke pihak kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas serupa.


“Perjudian dalam bentuk apapun, termasuk sabung ayam, adalah perbuatan yang melanggar hukum. Kami akan terus melakukan lidik untuk mengetahui siapa pengelola kalangan sabung ayam tersebut,” tegasnya.


Dari hasil penelusuran, lokasi yang dijadikan arena sabung ayam merupakan pekarangan kosong di perkampungan.


Sementara itu di lokasi terpisah, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing menegaskan pihaknya tetap berkomitmen berantas segala bentuk perjudian.


"Kami tetap komitmen memberantas segala bentuk judi yang ada di wilayah hukum Polresta Sidoarjo Polda Jatim," tegasnya. (*)

Share:

Polres Magetan Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah di 4 Kecamatan Warga Full Senyum

 

MAGETAN – Antusiasme masyarakat tampak memadati halaman Polsek Kawedanan ketika Polres Magetan Polda Jatim kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM), pada Selasa (26/8).


Tidak hanya di Kawedanan, kegiatan serupa juga digelar serentak di Polsek Maospati, Polsek Karas, dan Polsubsektor Sidorejo. 


Program ini terselenggara berkat kerja sama antara Polres Magetan Polda Jatim,Perum Bulog Magetan, dan Pemerintah Kabupaten Magetan.


Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi primadona dalam bazar murah ini. 


Dengan harga Rp 11.500 per kilogram dan Rp 57.500 per kemasan 5 kilogram, ratusan warga antusias mengantri sejak pagi untuk membawa pulang beras dengan harga terjangkau. 


Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.


Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, hadir langsung meninjau pelaksanaan GPM di Polsek Kawedanan. 


Ia memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kapolres juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga yang membeli beras murah.


“Gerakan Pangan Murah ini adalah langkah nyata Polres Magetan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau," ujarnya.


Kapolres Magetan berharap kegiatan ini bisa meringankan beban warga sekaligus menjaga kestabilan harga beras di pasaran.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polres Magetan Polda Jatim akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan Perum Bulog untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah. 


“Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi. Dengan GPM ini, kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri yang peduli pada kesejahteraan mereka,” tambahnya.


Pelaksanaan GPM serentak di empat Polsek sekaligus mendapat sambutan positif dari masyarakat. 


Kehadiran Kapolres Magetan yang turun langsung di lapangan menjadi bukti keseriusan Polres Magetan Polda Jatim dalam mendukung kesejahteraan warga. 


Dengan langkah ini, stabilitas pasokan dan harga pangan diharapkan tetap terjaga, serta masyarakat dapat merasakan aman, nyaman, dan sejahtera. (*)

Share:

Polres Bondowoso berhasil Ungkap Tiga Kasus Kriminal Menonjol, Dua di Antaranya Libatkan Remaja Dibawah Umur

 

BONDOWOSO – Polres Bondowoso Polda Jatim kembali mencatat prestasi dengan berhasil mengungkap Tiga kasus kriminal menonjol yang meresahkan masyarakat. 


Ketiga kasus yang berhasil diungkap tersebut adalah pencurian dengan pemberatan, penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, serta pencurian dengan kekerasan. 


Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, Dua dari kasus tersebut melibatkan pelaku berusia di bawah umur.


"Dua dari kasus yang kami ungkap melibatkan pelaku masih dibawah umur,"ujar AKBP Harto, Senin (25/8/25).


Kasus pertama yang diungkap adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan.


Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang remaja berinisial AN (17), pelajar asal Kecamatan Tamanan, yang tega merencanakan pencurian mobil milik orang tuanya sendiri.


AN tidak beraksi sendirian. Ia menggandeng rekannya, AR (18), seorang pemuda asal Kecamatan Maesan yang berperan sebagai eksekutor, serta MZ (17), pelajar asal Kecamatan Grujugan yang bertugas mengantar AR ke lokasi kejadian.


Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Pagi itu, sekitar pukul 07.30 WIB, AN menghubungi AR untuk merencanakan aksi pencurian mobil milik ayahnya, sebuah Mitsubishi Pajero Sport nopol L 1554 DAC. 


Sekitar pukul 08.00 WIB, AR bersama MZ mendatangi rumah AN di Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan. Dengan penuh keyakinan, AN menyerahkan kunci mobil kepada AR.


Mobil hasil curian diarahkan ke wilayah Sukowono, Kabupaten Jember, dengan tujuan untuk dimintakan tebusan sebesar Rp 10 juta kepada keluarga AN.


Namun, upaya tersebut gagal setelah Unit Resmob Satreskrim Polres Bondowoso bergerak cepat. 


Berbekal informasi di lapangan, Polisi berhasil membekuk para tersangka di Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, serta mengamankan barang bukti berupa mobil Pajero Sport, STNK asli, kunci remot, dan sepeda motor Vario 125 yang digunakan dalam aksi kejahatan.


Kapolres Bondowoso menegaskan, kasus ini menjadi tamparan keras bagi keluarga dan masyarakat.


“Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak remaja,” tegas AKBP Harto Agung.


Kasus kedua yang berhasil diungkap adalah tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat hingga berujung meninggal dunia.


Tersangka berinisial AG (35), warga Kecamatan Pujer, tidak pernah menyangka perburuan musang yang dilakukannya bersama seorang rekannya justru berakhir tragis. 


Kejadian ini berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 2025, sekitar pukul 01.30 WIB di areal persawahan Desa Sukodono.


Awalnya, AG bersama seorang saksi bernama Zainal sepakat berburu musang di wilayah Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari. 


Saat itulah AG mendapati seekor musang berlari ke arah rumpun bambu.


Dengan membawa senapan angin, AG menyalakan senter dan melihat pantulan cahaya yang dikiranya mata musang. 


Tanpa berpikir panjang, ia melepaskan tembakan dari jarak sekitar 15 meter. 


Karena pantulan cahaya masih terlihat, AG kembali menembakkan pelurunya untuk kedua kalinya.


Namun, alangkah terkejutnya ketika mendekat ke lokasi, AG mendapati bahwa yang terkena tembakan bukanlah musang, melainkan seorang warga bernama DS, yang saat itu berada di lokasi hingga mengalami luka tembak di dada dan leher. Korban akhirnya tewas akibat luka serius yang dideritanya.


Dari tangan tersangka, Polisi menyita satu pucuk senapan angin dan 41 butir amunisi. 


"Kami akan tindak tegas setiap penyalahgunaan senjata yang membahayakan nyawa orang lain,” ujarnya.


Kasus terakhir yang diungkap adalah tindak pidana pencurian dengan kekerasan. 


Tersangka berinisial HS alias P (30), warga Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, diamankan setelah melakukan aksi penjambretan di jalan raya Desa Padasan, Kecamatan Puje…

Share:

Jelang HUT ke-77: Polwan Polresta Malang Kota Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk Lansia

 

KOTA MALANG – Menyambut Hari Jadi Polwan ke-77 yang jatuh pada 1 September 2025, jajaran Polwan Polresta Malang Kota Polda Jatim bekerja sama dengan Seksi Dokkes menggelar kegiatan bakti kesehatan (bakkes) gratis bagi masyarakat umum, khususnya para lansia.


Polwan senior yang juga menjabat sebagai Kabag SDM Polresta Malang Kota Kompol Sophia Soegestie Mustary SH mengatakan Bakkes Kesehatan Gratis salah satu bentuk bhakti Polwan peduli kesehatan untuk kemanusiaan.


"Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-77 Polwan, "ungkap Kompol Shopie, Senin (25/08).


Ia menegaskan Polwan Polresta Malang Kota Polda Jatim terus berupaya lebih dekat dan bermanfaat, salah satunya dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis, sekaligus berbagi semangat sehat ke masyarakat.


Bakkes untuk lansia ini dilaksanakan di Klinik Polresta Malang Kota, Jl. Pahlawan Trip, dengan suasana penuh kekeluargaan dan kepedulian sosial.


Sejak pagi, ruang tunggu klinik Polresta Malang Kota Polda Jatim dipenuhi puluhan peserta yang didominasi oleh warga lanjut usia baik laki-laki maupun perempuan antusias mengikuti rangkaian kegiatan.


Untuk mengawali bakkes peserta terlebih dahulu diajak senam pagi bersama, yang disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 RI.


Para Polwan yang hadir mendampingi peserta yang mengalami keterbatasan fisik, termasuk mendorong kursi roda bagi penderita stroke, hingga membantu proses pendaftaran dan pemeriksaan medis.


Layanan kesehatan gratis yang diberikan mulai pemeriksaan berat badan, lingkar perut, tensi darah, gula darah, kolesterol, asam urat, darah lengkap, hingga urine lengkap.


Peserta yang membutuhkan juga mendapat terapi obat langsung dari tenaga medis.


Di akhir kegiatan, Polwan senior menyerahkan bingkisan kepada tim medis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini yang juga membantu pegabdian kesehatan Polri.


Kompol Sophia menambahkan bakkes sebagai wujud kepedulian Polwan Polresta Malang Kota untuk kesehatan masyarakat, khususnya para lansia.


"Harapan kami, dengan layanan bakkes ini, bisa terus kami berikan untuk masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, dan para Polwan yang mengedepankan nilai kemanusiaan menjadi inspirasi.” ujar Kompol Sophia.


Sementara salah satu peserta, Ibu Lulik (57) menyampaikan apresiasinyan ke para Polwan Makota melayani dengan ramah dan humanis.


"Saya senang sekali bisa ikut senam dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, mbak polisi  cantik-canti ternyata ramah dan peduli terutama ke lansia, matur nuwun mbak-mbak Polwan Polresta Malang Kota,” ucapnya Lulik malu-malu.


Selain kegiatan bakti kesehatan, Polwan Polresta Malang Kota juga menyiapkan sejumlah agenda lain dalam menyongsong hari jadinya.


Beberapa agenda yang sudah dilakukan antara lain bersih-bersih tempat ibadah, seminar edukasi, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.


Seluruh rangkaian tersebut bertujuan memperkuat citra Polwan sebagai pengayom masyarakat yang humanis, inspiratif, dan selalu siap melayani dengan hati.


Dengan semangat memperingati 77 tahun pengabdian Polwan, Polresta Malang Kota Polda Jatim terus komitmen berikan layanan terbaik bagi masyarakat.


Para Srikandi Bhayangkara itu meneguhkan peran Polwan sebagai garda depan kepolisian yang peduli pada kemanusiaan, sekaligus mengaplikasikan "Polri Untuk Masyarakat". (*)

Share:

SPN Polda Jatim Resmi Tinggalkan Ujian Kertas, Beralih ke Sistem CAT

 

MOJOKERTO – Sebanyak 247 Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur (Jatim) mengukir sejarah dengan menjadi angkatan pertama yang melaksanakan ujian mata pelajaran menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).


Ujian yang digelar serentak di 10 ruang kelas di lingkungan SPN Polda Jatim itu menandai sebuah lompatan besar dalam modernisasi sistem evaluasi di lembaga pendidikan Polri. 


Para siswa tidak lagi berhadapan dengan lembaran kertas soal dan jawaban, melainkan gawai pintar (smartphone) masing-masing.


Pagi itu, para siswa mengikuti ujian untuk mata pelajaran komprehensif "Perubahan Mindset dan Culture Set". 


Mata pelajaran ini merupakan gabungan dari tiga sub-materi krusial bagi calon anggota Polri, yaitu Neuro Associative Conditioning (NAC), Inter Personal Skill (IPS), dan Asta Cita sebagai pedoman pelaksanaan tugas.


Proses ujian berlangsung efisien dan canggih. Pengawas ujian memasuki ruang kelas dan menampilkan sebuah QR Barcode pada layar proyektor. 


Para siswa kemudian serentak memindai kode tersebut menggunakan gawai mereka untuk mengakses naskah soal digital. 


Dengan durasi pengerjaan selama 2 Jam Pelajaran atau 90 menit, para siswa dapat fokus menjawab soal-soal yang tersaji di layar gawai mereka.


Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menyatakan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen lembaga untuk bertransformasi. 


Kombes Pol Agus mengatakan, implementasi ujian berbasis CAT dan paperless ini adalah salah satu keunggulan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri dalam mewujudkan visi kampus unggul dan modern.


"Ini sebuah langkah transformatif di SPN Polda Jatim," kata Kombes Pol Agus, Selasa (26/8).


Menurut Kombes Pol Agus Penggunaan sistem CAT bukan sekadar tentang digitalisasi, tetapi ini adalah fondasi untuk menciptakan proses evaluasi yang lebih objektif, transparan, dan efisien.


Ia menambahkan, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, Polri harus mampu beradaptasi. 


"Kita sedang menyiapkan generasi Bhayangkara yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan zaman," terangnya.


Dengan membiasakan siswa pada sistem digital sejak dalam pendidikan, diharapkan para calon Bintara Polri akan menjadi personel yang adaptif dan modern dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat nantinya.


"Penerapan sistem CAT di SPN Polda Jatim sejalan dengan kebutuhan global untuk mempercepat proses evaluasi," tambah Kombes Agus.


Aplikasi ini memungkinkan hasil ujian diolah secara otomatis dan instan, memangkas waktu tunggu yang biasanya diperlukan dalam pemeriksaan manual.


Sistem CAT sendiri merupakan platform ujian berbasis komputer yang tidak hanya menyajikan soal dalam format digital, tetapi juga memiliki sejumlah keunggulan fundamental. 


Di antaranya adalah efisiensi waktu, di mana skor atau nilai ujian dapat diterima peserta sesaat setelah ujian berakhir.


Selain itu, sistem ini diyakini mampu meningkatkan keadilan ujian melalui algoritma yang dapat mengacak soal, serta meminimalisir potensi kecurangan berkat sistem pengawasan digital yang lebih ketat. 


Fleksibilitas akses melalui berbagai perangkat menjadi nilai tambah yang signifikan untuk perbaikan proses pembelajaran di masa depan.


Langkah yang diambil SPN Polda Jatim ini bukan sekadar inovasi, melainkan sebuah penetapan standar baru bagi lembaga pendidikan Polri, menjadi tolok ukur dalam upaya melahirkan generasi Bhayangkara yang unggul dan modern. (*)

Share:

Dukungan Polri pada Program 3 Juta Rumah Subsidi Diganjar Penghargaan dari Menteri PKP

 

Polri mendapat penghargaan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Penghargaan ini diberikan karena Polri dinilai bersinergi dan berkolaborasi secara nyata dengan Kementerian PKP dalam upaya realisasi program 3 Juta Rumah Subsidi. 


Penghargaan ini diberikan tepat di Hari Perumahan Nasional ke-75 2025 di Ruang Menteri PKP, Wisma Mandiri, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025). Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara ini.


Penghargaan dari Kementerian PKP kepada Polri diberikan dalam bentuk piagam. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Komjen Dedi oleh Menteri Ara.


"Saat ini telah terbangun sekitar 13.000 rumah subsidi. Dan target pembangunan yakni 16.000 rumah subsidi. Tentunya sesuai petunjuk Bapak Kapolri, bahwa Polri selalu siap mendukung apa yang menjadi kebijakan dan program-program strategis Bapak Presiden," ucap Komjen Dedi.


Bentuk dukungan Polri dalam upaya mewujudkan 3 Juta Rumah Subsidi di antaranya dari sisi pengawasan bersama kejaksaan. Polri juga membangun perumahan subsidi untuk anggota Polri, salah satunya di Karawang Timur, Jawa Barat, yakni Ayyasa Residence; dan perumahan subsidi lainnya di sejumlah provinsi.


Diketahui pada 4 Maret lalu, Jenderal Sigit melakukan groundbreaking serentak program perumahan subsidi bagi anggota Polri dan pegawai negeri sipil Polri. Acara terpusat di Karawang dan dihadiri Menteri Ara serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.


"Alhamdulillah hari ini kita semuanya berkumpul untuk bersama-sama mendukung apa yang menjadi program dan kebijakan Bapak Presiden terkait dengan pembangunan 3 juta rumah," ujar Jenderal Sigit saat itu.


Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ara berterima kasih kepada Jenderal Sigit atas dukungannya. Dia mengatakan Pemerintah memberikan karpet merah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).


"Pertama Pak Kapolri, terima kasih Bapak membantu pekerjaan kami," tutur Ara di lokasi.

Share:

Sambut Hari Jadi ke -77 Polwan Polda Jatim Gelar Bakti Kesehatan di Yayasan Pendidikan Autis Mutiara Hati

 

SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Polisi Wanita (Polwan), Polwan Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan bakti kesehatan di Yayasan Pendidikan Autis Mutiara Hati. Senin (25/08/2025)


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pakor Polwan Polda Jawa Timur AKBP Yayuk Purwaningtias, S.H., S.I.K. didampingi Ketua Panitia HUT Polwan Ke-77 Polda Jawa Timur AKBP Idayu Prameswari, S.H., S.I.K., serta diikuti oleh 25 perwakilan Polwan dan sejumlah anggota lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Polwan Polda Jatim menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan makanan ringan. 


Tidak hanya itu Polwan Polda Jawa Timur melalui Biddokkes Polda Jawa Timur melaksanakan bakti kesehatan kepada siswa berkebutuhan khusus diantara lain pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tensi, gigi dan pemberian obat-obatan.


Pimpinan Yayasan Pendidikan Autis Mutiara Hati, Drs Handoko, S.H., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Polwan Polda Jatim. 


“Semoga kedatangan Ibu-ibu Polwan di yayasan ini membawa keberkahan, khususnya bagi siswa kami,” ujarn Handoko.


Ia mengatakan saat ini, YPA Mutiara Hati menampung sebanyak 45 siswa berkebutuhan khusus.


Sementara itu, Pakor Polwan Polda Jawa Timur AKBP Yayuk Purwaningtias, S.H., S.I.K. menyebut bahwa kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polwan terhadap sesama. 


“Meskipun adik-adik termasuk anak-anak istimewa, kami harap tidak ada perundungan baik disini maupun diluar yayasan," ungkap AKBP Yayuk


Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polwan Polda Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam memberikan kepedulian dan kasih sayang bagi sesama. (*)

Share:

Divhumas Polri Gelar Gerakan Pangan Murah 2025, Tekan Harga dan Ringankan Beban Masyarakat

  


Jakarta – Divisi Humas Polri menggelar Gerakan Pangan Murah 2025 bekerja sama dengan Perum Bulog yang berlangsung di Lapangan Apel Divhumas Polri, Senin (25/8/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan membantu meringankan beban masyarakat.


Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini Divhumas Polri melalui Koperasi Humas menyalurkan empat komoditas utama dengan harga terjangkau.


“Pada Gerakan Pangan Murah kali ini, kami menyediakan paket pangan murah yang berisi empat komoditas utama, yaitu beras 10 kg seharga Rp110.000, terigu Rp11.000, gula Rp17.500, dan minyak goreng Rp18.500. Jadi total paket hanya Rp157.000,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo saat memberikan keterangan kepada media.


Lebih lanjut, Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat, tetapi juga bagi rekan-rekan media serta anggota Polri di lingkungan Divhumas. Upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan mendukung ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.


“Divisi Humas Polri melalui Koperasi Humas bekerja sama dengan Bulog dalam mendistribusikan paket pangan murah ini. Harapannya, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari apa yang dilakukan Polri, sebagai bentuk pengabdian dan kehadiran Polri yang bermanfaat,” jelasnya.


Gerakan Pangan Murah ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam ikut menjaga stabilitas harga bahan pokok serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi dan menjaga ketersediaan pangan.


“Tentunya, kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya untuk menjaga stabilitas harga pangan,” tutup Brigjen Pol Trunoyudo.

Share:

Polisi Bagikan Air Mineral kepada Massa Demo di Senayan

  


Jakarta. Di tengah aksi unjuk rasa di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025), muncul pemandangan yang menyejukkan. Sejumlah polisi terlihat membagikan air mineral kepada massa demonstran di Jalan Gerbang Pemuda.


Beberapa petugas turun langsung mendekati kerumunan sambil membawa dus berisi air mineral, lalu menyodorkannya kepada para peserta aksi. Massa pun antusias menerima, bahkan sebagian terlihat berebut karena kondisi cuaca yang terik. 


“Terima kasih,” ucap salah seorang demonstran.


Hingga pukul 15.25 WIB, aksi masih berlangsung. Massa yang sebelumnya dipukul mundur dari depan DPR kini tersebar di beberapa titik, seperti Jalan Gerbang Pemuda, jalan belakang Gedung DPR, serta jalan di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup.


Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto menuju Slipi masih ditutup, termasuk akses keluar tol Pintu Senayan. Berdasarkan informasi akun Instagram TMC Polda Metro Jaya, sejumlah ruas jalan dialihkan, antara lain arus dari arah Jakarta Pusat menuju DPR/MPR dialihkan ke Pintu 10 GBK Senayan, dan kendaraan dari Pintu 10 GBK yang akan berbelok ke DPR/MPR, diputar balik ke arah semula.

Share:

Jumat, 22 Agustus 2025

Polres Magetan Warnai Hari Jadi Polwan ke-77 Blusukan ke Sekolah Edukasi Anti Bullying

 

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan ke-77, jajaran Polwan (Polisi Wanita) Polres Magetan Polda Jatim menggelar kegiatan “Polwan Goes to School”.


Kali ini rombongan para Srikandi Bhayangkara Polres Magetan Polda Jatim tersebut mengunjungi SMP Negeri 2 Magetan.


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Aipda Dian Hermawati bersama sejumlah Polwan yang hadir untuk memberikan sosialisasi kepada para siswa terkait isu-isu penting yang marak di kalangan remaja.


Para Polwan secara bergantian menyampaikan materi mengenai bahaya bullying, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik judi online (Judol). 


Dengan penyampaian yang interaktif, para siswa diajak untuk memahami dampak buruk dari perilaku menyimpang tersebut serta langkah pencegahannya.


Kegiatan sosialisasi berlangsung meriah dan penuh antusias. Para siswa tampak bersemangat, apalagi saat diberikan doorprize menarik bagi mereka yang mampu menjawab kuis seputar materi. 


Suasana keakraban semakin terasa ketika seluruh siswa serentak mengucapkan selamat ulang tahun untuk Polwan yang ke-77.


Kepala SMP Negeri 2 Magetan, Endro Sri Widayati, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polwan Polres Magetan dalam memberikan edukasi di sekolahnya. 


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Polwan yang sudah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat," ujarnya, Jumat (22/8/25).


Menurut Kepala SMP Negeri 2 Magetan itu, materi yang disampaikan oleh para Polwan Polres Magetan memang persoalan nyata yang sedang tren di kalangan siswa, seperti bullying dan judi online.


Sementara itu, Senior Polwan Polres Magetan Kompol Iin Pelangi, S.Sos menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Polwan dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda. 


“Polwan tidak hanya bertugas dalam bidang penegakan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, termasuk di sekolah, untuk memberikan wawasan dan motivasi agar siswa bisa terhindar dari perilaku negatif,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kompol Iin menambahkan bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dibina. 


“Kami berharap melalui sosialisasi ini, para pelajar semakin sadar untuk menjauhi bullying, narkoba, dan judi online. Mari bersama-sama wujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berprestasi,” pesannya.


Kegiatan Polwan Goes to School ini menjadi wujud nyata kepedulian Polwan Polres Magetan dalam memperingati Hari Jadi Polwan ke-77 dengan semangat memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa. (*)

Share:

Kapolda Jatim Resmikan Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu RS Bhayangkara Surabaya

 

SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si meresmikan Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Jumat (22/8/2025). 


Fasilitas baru ini menjadi langkah strategis Polri dalam meningkatkan pelayanan bagi perempuan, anak, korban kekerasan, serta kelompok rentan lainnya.


Instalasi yang berdiri di atas lahan seluas 182 meter persegi ini dibangun dalam waktu kurang dari satu bulan, sejak 23 Juli hingga 18 Agustus 2025. 


Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Kapolda Jatim.


Kabid Dokes Polda Jatim Kombes Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki, M.M dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), Dinas Sosial, serta Biro Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. 


Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting karena RS Bhayangkara juga berperan sebagai mitra strategis dalam perlindungan perempuan dan anak, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat kurang mampu.


“Melalui instalasi ini, korban kekerasan bisa mendapatkan layanan medis, psikologis, hingga pendampingan hukum secara terpadu dalam satu atap. Proses rujukan antarinstansi pun akan berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Kombes Khusnan.


Ia menegaskan, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi tonggak peningkatan pelayanan publik yang lebih berpihak kepada korban, terutama anak-anak, perempuan, lansia, serta masyarakat kurang mampu. 


“Kami berharap pelayanan kesehatan Polri bisa menjadi teladan, tidak hanya dari aspek teknis medis, tetapi juga dari sisi empati dan kepedulian,” tambahnya.


Acara peresmian ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Jatim, di antaranya Kepala DP3AK, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Timur, serta jajaran Karumkit dan Kasi Dokes.


Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam memperkuat layanan terpadu yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)

Share:

Polisi Amankan Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur di Gresik

 

GRESIK - Respon cepat Satreskrim Polres Gresik Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil menangkap AM (47 th) asal Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik. 


Tersangka pencabulan yang menimpa tetangga sendiri berinisial HS masih di bawah umur.


"Kami amankan tersangka satu orang berinisial AM, tersangka dengan korban ini bertetangga,"kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, Jumat (22/8/25).


Tindakan kekerasan seksual ini bermula saat korban ditarik masuk ke rumah mertua tersangka pada malam hari, awal bulan Februari 2025. Rumah tersebut dalam kondisi sepi.


Tersangka lalu memaksa korban untuk menuruti nafsu bejat. Korban sempat melakukan perlawanan, tapi dibungkam menggunakan tangan tersangka.


Perbuatan bejat tersangka terbongkar saat korban merasakan sakit, dan dibawa periksa oleh keluarga korban, ternyata korban hamil. 


Kemudian keluarga korban melapor ke Polisi. Usai menerima laporan, tidak butuh waktu lama bagi petugas mengamankan AM. 


"Pengakuan korban dan hasil pemeriksaan psikologi, korban sudah berkali-kali disetubuhi," ujarnya.


Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya, tersangka kini mendekam di rutan Polres Gresik untuk proses lebih lanjut.


Tersangka terancam hukuman penjara paling singkat Lima tahun atau penjara paling lama 15 tahun atas undang - undang perlindungan anak. (*)

Share:

Polres Probolinggo bersama Bulog Gelar Pasar Murah di Hari Juang Polri Siapkan 44 Ton Beras

  

PROBOLINGGO,- Polres Probolinggo Polda Jawa Timur (Jatim) bersama Polsek jajaran menggelar Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/8/2025). 


Kegiatan itu digelar di Alun-Alun Kota Kraksaan dan 21 kecamatan yang bekerja sama dengan Bulog Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.


Berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran disediakan pada pasar murah tersebut.


Berbagai bahan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp57.000 per 5 kilogram (setara Rp11.400/kg), gula pasir Rp15.000/kg, minyak goreng mulai Rp14.000/botol dan telur ayam Rp25.000/kg. 


Total Sebanyak 44 ton beras, 200 kg telur, 200 kg gula, dan 200 botol minyak goreng ukuran 750 ml dalam waktu sekejap ludes diborong warga. 


Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif mengatakan gerakan ini merupakan wujud kepedulian Polri untuk meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok. 


“Kami bersama Bulog menyediakan beras, telur, minyak, dan gula pasir, di bawah harga pasar. Tujuannya agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” kata AKBP Latif. 


Antusiasme warga terlihat sejak pagi, dengan banyaknya warga yang mengantri cukup panjang. Untuk komoditas beras, tercatat terjual 44 ton dalam tiga hari terakhir ini. 


“Semoga gerakan ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga lebih murah, sehingga bisa menekan harga pasar yang semakin mahal,” ujar AKBP Latif. 


Salah seorang warga Pakuniran, Yuyun, mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada Polri atas diadakannya pasar murah ini. 


“Terima kasih kepada Polres Probolinggo atas terselenggaranya gerakan pasar murah ini yang menyediakan beras, minyak, gula, dan telur. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan,” ucap Yuyun. (*)

Share:

Gerak Cepat Polres Pelabuhan Tanjungperak, Amankan Dua Pelaku Tawuran Bersajam di Surabaya

  


TANJUNGPERAK - Sempat viral di media sosial (medsos) instagram Dua kelompok remaja melakukan aksi tawuran pada sore hari. 


Respon cepat Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim menindaklanjuti kejadian tersebut akhirnya berhasil mengamankan Dua orang tersangka tawuran di Jalan Kedungmangu Masjid, Surabaya.


Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo melalui Kasi Humas Iptu Suroto mengatakan, atas peristiwa tersebut Dua orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu, NA (18) dan FA (18) keduanya warga Surabaya. 


"Dua tersangka kami amankan beserta barang bukti tiga senjata tajam (sajam), busur dan dua pipa bentuk celurit," kata Iptu Suroto, Kamis (21/8).


Menurut Iptu Suroto, kedua tersangka tergabung dalam kelompok Warnyong dan Warpai.


Ia mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada Senin (18/8) sore. 


Kedua kelompok remaja ini terlibat tawuran dan sempat direkam oleh pengguna jalan. Aksi keduanya ini viral dimedsos. 


Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan dan menemukan rekaman CCTV di lokasi. 


Hingga akhirnya mengamankan dua tersangka di rumahnya masing-masing pada Rabu (20/8).


"Kami temukan pula sajam, busur, dan pipa berbentuk celurit di sebuah rumah kosong Jalan Kedungmangu II, Surabaya, " terangnya.


Rumah kosong ini dijadikan home base oleh salah satu kelompok remaja ini untuk menyimpan senjata. 


"Kami masih terus menyelidiki siapa saja yang terlibat. Hingga saat ini masih kami kembangkan," terangnya. (*)

Share:

Kapolri Kembali Resmikan dan Groundbreaking SPPG di Kalsel, Dukung Program MBG

  


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan. Jenderal Sigit meresmikan dua SPPG hingga Gerakan Pangan Murah di Polda Kalimantan Selatan.

Acara berlangsung di Auditorium Mapolda Kalsel, Kamis (21/8/2025), pukul 14.30 WITA. Di sana, Jenderal Sigit meresmikan dua SPPG, Gedung Perkantoran, groundbreaking 10 SPPG, dan melakukan Gerakan Pangan Murah serta baksos/bakti kesehatan.


Kapolri juga melakukan dialog interaktif dengan polres jajaran Polda Kalsel. Dia juga berdialog dengan penerima bantuan bedah rumah, sumur bor, dan kolam bioflok.


Polri sampai dengan saat ini diketahui memiliki 458 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai 1,6 juta orang serta menyerap tenaga kerja sebanyak kurang lebih 22.900 tenaga kerja. Dari SPPG tersebut, sebanyak 49 SPPG telah beroperasional, 21 SPPG masih dalam tahap operasional, 378 SPPG dalam tahap pembangunan, dan 10 SPPG baru saja dilakukan groundbreaking.


Turut hadir di acara tersebut Dankorbrimob Polri Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Edy Murbowo, dan Wakasatgas MBG Polri Irjen Nurworo Danang.


Ada juga Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto, Ketua DPRD Kalsel Supian Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kabinda Kalsel Brigjen Nurullah, Danlanud Sjamsudin, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut Ahmad Ahsan, Kejati Kalsel Rina Virawati, Ketua PT Banjarmasin Nawawi Pomolango, hingga Ka BNNP Kalsel Brigjen Wisnu Andayana, serta sejumlah tokoh masyarakat.


Kapolri melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama 10 SPPG. Adapun SPPG yang diresmikan ada dua yakni SPPG Polda Kalsel, SPPG Polres Tanah Bumbu. Kemudian yang sedang proses pembangunan juga ada dua SPPG yaitu SPPG Tabalong dan Tapin. Diketahui, ada 14 SPPG di jajaran Polda Kalsel. SPPG itu tersebar di beberapa titik.

Share:

Gelorakan Semangat Perjuangan SPN Polda Jatim Peringati Hari Juang Polri dengan Khidmat

 

MOJOKERTO – Gema sejarah perjuangan korps Bhayangkara juga dirasakan di Lapangan Tribrata, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Kamis (21/8/2025) pagi. 


Melalui sebuah upacara yang khidmat, seluruh personel SPN Polda Jatim memperingati Hari Juang Polri, yang merupakan sebuah momentum untuk menapaki kembali jejak heroik Proklamasi Polisi yang dicetuskan tepat 80 tahun silam di Surabaya.


Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kabagjarlat SPN Polda Jatim, AKBP Iswahab, S.H., mewakili Kepala SPN Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K. 


Sementara itu, komandan upacara dipegang oleh AKP Sugeng Budi Santoso, S.H. 


Kekuatan barisan upacara mencerminkan soliditas institusi, terdiri dari peleton Pejabat Utama, Perwira Menengah, Perwira Pertama, Bintara, ASN, serta disempurnakan oleh satu batalyon gagah berani dari 247 siswa Diktukba Polri T.A. 2025.


Upacara kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pelajaran sejarah yang hidup. 


Suasana menjadi hening saat Kompol Pujiarto, S.H., M.H., melantangkan pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri, berawal dari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945.


Kala itu PPKI melaksanakan sidang kedua pada tanggal 19 Agustus 1945, yang membahas tentang pembagian Provinsi, pembentukan Komite Nasional Daerah, penetapan 12 Departemen dan berdasarkan usul Oto Iskandar Dinata, menetapkan status Polisi supaya segera dimasukkan ke dalam kekuasaan pemerintah Indonesia.


Menyikapi hal tersebut, pada tanggal 20 Agustus 1945 Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin sebagai Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama dengan beberapa anggota melaksanakan rapat untuk membahas kedudukan Polisi pasca proklamasi Kemerdekaan RI.


Dari hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa pada tanggal 21 Agustus 1945 Polisi menyatakan sikap kesetiaannya kepada negara Republik Indonesia dengan menyusun teks Proklamasi Polisi.


Pada tanggal 21 Agustus 1945 Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin pimpin apel pagi di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya, dan membacakan teks Proklamasi Polisi yang diikuti oleh seluruh anggota.


Kemudian M.Jasin memberikan perintah agar melaksanakan pawai siaga untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur menghadapi reaksi Jepang serta menempelkan pamflet Proklamasi Polisi.


Peristiwa tersebut merupakan momentum penting, yang dapat memicu semangat anggota Polisi untuk mendukung dan mempertahankan Kemerdekaan RI.


Dengan cara melakukan pelucutan senjata terhadap gudang senjata jepang, membagi-bagikan senjata kepada badan-badan perjuangan.


Polisi juga mengirim sebagian senjata ke wilayah lain untuk membantu perjuangan perlawanan terhadap kedatangan sekutu sampai dengan terjadinya peristiwa 10 November 1945, serta terlibat dalam menghadapi agresi militer Belanda I dan II.


Peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya juga berpengaruh pada peristiwa perjuangan di beberapa daerah di Indonesia.


Peristiwa-peristiwa tersebut membuktikan bahwa Polisi sangat berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sehingga perlu dikenang dan diwujudkan dalam sebuah peristiwa bersejarah.


Sementara itu Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menerangkan tema peringatan hari Juang tahun ini adalah "Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju". 


Menurutnya, tema tersebut bukanlah sekadar slogan, melainkan esensi dari jati diri Kepolisian.


Kombes Agus mengungkapkan, frasa 'Dengan Semangat Hari Juang' mengingatkan kita pada akar sejarah, pada keberanian Moehamad Jasin dan para pendahulu yang menyatukan diri dengan perjuangan rakyat. 


Semangat inilah yang menjadi fondasi pengabdian kita," ujar Kombes Pol Agus.


Sedangkan frasa 'Polri untuk Masyarakat' menurut Kombes Agus adalah penegasan kembali bahwa eksistensi Polri sepenuhnya didedikasikan untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. 


"Ini adalah implementasi modern dari Proklamasi Polisi yang menyatakan 'bersatoe dengan rakjat'," pungkas Kombes Agus. (*)

Share:

Blog Archive